Orang tua memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pendidikan anak-anaknya. Bahkan baik buruknya anak, sangat tergantung dari usaha yang dilakukan oleh orang tuanya. Salah satu usaha yang dilakukan oleh orang tua adalah memilihkan sekolah dan guru bagi anak-anaknya. Pilihan ini sangat menentukan bagi pendidikan anak. Rasulullah SAW bersabda :
“ …maka kedua orang tuanya yang akan menjadikannya Yahudi, nashrani atau Majusi “.
Oleh karena itu, orang tua wajib memilihkan guru dan sekolah yang terbai bagi anak-anaknya. Diantara syarat menjadi guru yang suses dalam mendidik dan mengajar adalah :
- Memiliki keikhlasan dalam mendidik. Keikhlasan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan proses pendidikan. Berapa banyak guru yang keilmuannya pas-pasan tetapi karena keikhlasan yang dimilikinya, menjadikan nasihat-nasihatnya diterima oleh para murid. Hendaknya para guru meneladani para nabi dan rasul dalam mendidik umatnya, mereka semua menyatakan :
“ Dan aku sekali-kali tidak meminta upah kepadamu atas ajakan-ajakan itu. Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam.”(QS. Asy-Syu’araa: 109,127,145,164,180)
- Memiliki kemampuan di bidangnya, dan mengusai metode yang bagus dalam penyampaian materi (yakni menguasai cara mengajarkan materi, seperti cara menanamkan aqidah, teknik mengajarkan Al-Qur’an dan sebagainya), serta mencintai tugasnya serta sangat bersungguh-sungguh untuk memberikan pandidikan yang baik. Dia memberi tambahan pengetahuan yang bermanfaat, mengajarkan akhlak yang baik, serta manjauhkan siswa dari kebiasaan yang jelek. Maka dia adalah seorang guru sekaligus sebagai pendidik.
- Menjadi teladan bagi orang lain dalam ucapan dan perbuatan serta perilakunya. Baik yang berkenaan tentang hubungannya dengan Allah Ta’ala atau dengan sesame makhluk. Senang jika kebaikan itu ada mereka, sebagaimana dia senang hal itu ada pada dirinya sendiri dan anak-anaknya. Pemaaf; dan apabila memberi hukuman, maka dia adalah seorang yang penuh kasih sayang. Rasulullah SAW bersabda :
“ Tidaklah beriman salah seorang diantara kalian sampai dia mencintai untuk saudara seperti mencintai untuk dirinya.” (HR Bukhari dan Muslim)

- Konsekuen antara ucapan dengan perbuatan. Dia mengerjakan apa yang diperintahkan kepada murid dan menjauhi apa yang diperingatkan kepada murid, baik berkenaan dalam masalah akhlak dan adab, ataupun dalam perkara yang lainnya. Jangan sampai seorang guru, perbuatannya menyelisihi ucapannya. Allah Ta’ala berfirman :
“ Wahai orang-orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian Allah, ketika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS.Ash-Shaf:2-3)
- Menyadari bahwa kedudukan pendidik adalah sangat tinggi. Yaitu memiliki tugas yang sama dengan tugas para nabi dan rasul yang diutus oleh Allah Ta’ala untuk memberi hidayah dan mengajari umat manusia. Seorang guru hendaknya juga memahami bahwa kedudukannya terhadap para murid adalah seperti kedudukan seorang ayah terhadap anak-anaknya dalam kasih sayang dan kecintaan serta dalam menyelesaikan permasalahan. Seorang guru harus menyadari betapa besarnya tanggung jawabnya di hadapan Allah Ta’ala. Apa yang sudah diajarkan murid-muridnya? Apakah sudah maksimal usaha yang dilakukan untuk memudahkan murid-muridnya dalam memahami pelajaran? Apakah sudah memberikan pengarahan dan petunjuk yang benar? Rasulullah SAW bersabda :
“ Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya.” (HR.Bukhari dan Muslim). Dan Nabi SAW juga bersabda, “ Sesungguhnya Allah Ta’ala bertanya kepada setiap pemimpin tentang kepemimpinannya. Apakah dia menjaganya atau menyia-nyiakannya? Sampai ditanya seorang laki-laki tentang keluarganya.”(HR.An-Nasaai).

- Seorang guru yang sukses senantiasa berbicara kepada murid-muridnya dengan bahasa yang sesuai dengan kadar pemahaman anak didiknya. Berkata Aisyah Radhiyallahu’anha, “ Hendaknya kalian mengukurnya dengan penilaian anak kecil. “ (HR. Bukhari dan Muslim).
Ali bin Abi Thalib berkata, “Berbicaralah kepada manusia dengan apa yang bisa mereka pahami.” (HR. Bukhari)

7. Seorang guru dengan segala kemampuan dan kelebihannya harus menyadari bahwa dia hidup diantara para murid yang memiliki kondisi yang berbeda-beda, baik dai sisi kecerdasan, akhlak dan latar belakang pendidikan. Maka hendaknya dia menempatkan diri sebagai ayah terhadap anak-anaknya dalam usaha mendidik murid-muridnya.
Rasululloh SAW :
“Sesungguhnya kedudukanku (dalam mengajar) terhadap kalian adalah seperti seorang ayah terhadap anak-anaknya.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

- Senantiasa bekerjasama dan bermusyawarah dengan teman-teman guru dan civitas sekolah untuk kebaikan para murid. Menasihati mereka untuk menjadi teladan yang baik bagi para murid. Mendorong semuanya untuk meneladani Rasululloh SAW, karena Alloh Ta’ala telah berfirman :
- Bersikap tawadhu’, yaitu mengakui dan tunduk terhadap kebenaran dan tidak bertahan dalam kebatilan. Sesungguhnya mengakui dan tunduk kepada kebenaran adalah suatu keutamaan. Kembali kepada kebenaran lebih baik dari pada tetap berada diatas kebatilan. Maka hendaknya para guru meneladani pendahulu mereka yang shalih dalam hal ini. Seperti Imam Malik yang mencabut pendapatnya setalah dibeitahu kalau pendapatnya keliru (menyelisihi hadist Rasululloh SAW).
Rasululloh SAW bersabda :
“Setiap anak Adam memiliki banyak kesalahan dan sebaik-baik orang yang banyak bersalah adalah yang banyak bertaubat.”(HR. Ahmad).
- Jujur dan menepati janji. Seorang guru wajib jujur dalam setiap ucapan dan pebuatannya. Karena kejujuran semuanya baik. Dan wajib menjauhi dusta dan mengajarkan kedustaan terhadap para murid, meskipun kelihatannya ada manfaatnya.
Rasululloh SAW :
“ Wajib bagi kalian untuk jujur, karena kejujuran akan menunjukkan kepada kebaikan, dan kebaikan akan mengantarkan ke surga… dan janganlah kalian berdusta, karena kedustaan akan menunjukkan kepada kejelekan, dan kejelekan akan menghantarkan ke neraka…”(HR. Bukhari dan Muslim)
Kedustaan akan menghilangkan kepercayaan murid. Maka wajib bagi para guru untuk menanamkan sikap kejujuran kepada para murid.


0 komentar:
Posting Komentar